Try: LISTMODE

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 10/PRT/M/2019
TENTANG
KRITERIA MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DAN PERSYARATAN KEMUDAHAN PEROLEHAN RUMAH BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,
BAB II
KRITERIA MBR
Bagian Kesatu
Umum
Pasal 4
(1) Kriteria MBR merupakan indikator dalam menentukan masyarakat yang termasuk MBR.     
(2) Kriteria MBR meliputi:     
a. batas penghasilan Rumah Tangga MBR; dan     
b. penghasilan Rumah Tangga.     
Bagian Kedua
Batas Penghasilan Rumah Tangga MBR
Pasal 5
(1) Batas penghasilan Rumah Tangga MBR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a merupakan nilai penghasilan Rumah Tangga paling besar untuk pemberian kemudahan perolehan Rumah bagi MBR.     
(2) Batas penghasilan Rumah Tangga MBR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri.     
(3) Batas penghasilan Rumah Tangga MBR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku sesuai dengan lokasi perolehan Rumah.     
(4) Klasifikasi batas penghasilan Rumah Tangga MBR sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.     
Pasal 6
(1) Batas penghasilan Rumah Tangga MBR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ditentukan berdasarkan:     
a. jumlah penghuni; dan     
b. Rumah yang diperoleh.     
(2) Jumlah penghuni Rumah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas:     
a. 1 (satu) jiwa atau 2 (dua) jiwa;     
b. 3 (tiga) jiwa; atau     
c. 4 (empat) jiwa.     
(3) Rumah yang diperoleh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi:     
a. Sarusun Umum;     
b. Rumah Tapak Umum; dan     
c. Rumah Swadaya.     
Pasal 7
(1) Batas penghasilan Rumah Tangga MBR untuk perolehan Sarusun Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) huruf a berlaku untuk:     
a. Sarusun Umum yang penguasaannya dengan cara dimiliki; dan     
b. Sarusun Umum yang penguasaannya dengan cara sewa.     
(2) Batas penghasilan Rumah Tangga MBR untuk perolehan Sarusun Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung berdasarkan biaya perolehan Sarusun Umum.     
(3) Biaya perolehan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi komponen:     
a. harga jual; dan     
b. pajak pertambahan nilai.     
Pasal 8
(1) Batas penghasilan Rumah Tangga MBR untuk perolehan Rumah Tapak Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) huruf b berlaku untuk:     
a. Rumah Tapak Umum yang penguasaannya dengan cara dimiliki; dan     
b. Rumah Tapak Umum yang penguasaannya dengan cara sewa.     
(2) Batas penghasilan Rumah Tangga MBR untuk perolehan Rumah Tapak Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung berdasarkan biaya perolehan Rumah Tapak Umum.     
(3) Biaya perolehan sebagaimana dimaksud ayat (2) meliputi komponen:     
a. harga jual; dan     
b. pajak pertambahan nilai.     
Pasal 9
(1) Batas penghasilan Rumah Tangga MBR untuk perolehan Rumah Swadaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) huruf c berlaku untuk pembangunan baru Rumah Swadaya dan peningkatan kualitas Rumah Swadaya.     
(2) Batas penghasilan Rumah Tangga MBR untuk Rumah Swadaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung berdasarkan biaya pembangunan baru untuk:     
a. pembangunan baru Rumah Swadaya; dan     
b. rencana anggaran biaya untuk peningkatan kualitas Rumah Swadaya.     
(3) Biaya pembangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi komponen biaya:     
a. keseluruhan biaya konstruksi fisik; dan     
b. biaya penyambungan utilitas.     
Pasal 10
(1) Batas penghasilan Rumah Tangga MBR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, Pasal 8, dan Pasal 9 sama dengan tiga kali nilai angsuran atau biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh Rumah secara kredit dengan skema pembiayaan komersial.     
(2) Nilai angsuran atau biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh Rumah secara kredit dengan skema pembiayaan komersial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan biaya perolehan Rumah atau biaya pembangunan.     
(3) Biaya perolehan Rumah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dihitung untuk tiap daerah provinsi.     
(4) Contoh penghitungan batas penghasilan Rumah Tangga MBR sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.     
Bagian Ketiga
Penghasilan Rumah Tangga
Pasal 11
Penghasilan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf b merupakan seluruh pendapatan bersih yang bersumber dari:      
a. gaji, upah dan/atau hasil usaha sendiri untuk yang berstatus tidak kawin; atau     
b. gaji, upah dan/atau hasil usaha gabungan untuk pasangan suami istri.     
Pasal 12
Rumah Tangga dengan penghasilan Rumah Tangga sama dengan atau lebih rendah daripada batas penghasilan Rumah Tangga MBR merupakan MBR.      

Dokumen: